Join The Community

Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses Dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses Dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Mencapai Sasaran Hidup Anda

Apakah Anda memiliki rencanMencapai Sasaran Hidup Andaa jangka panjang, namun tindakan Anda hanya berlaku untuk jangka pendek saja?

Jika ya, maka Anda sedang menempuh jalan menuju kehancuran (bahasanya serem banget ya…).

Jika misalnya Anda memiliki sasaran atau target bahwa Anda harus berolahraga untuk bisa turun berat badan, maka Anda harus menjadikan olah raga sebagai kebiasaan. Jika Anda punya rencana untuk menurunkan berat badan, namun Anda hanya melakukan tindakan untuk jangka pendek saja, seperti olah raga yang hanya sekali-sekali, maka ini sama saja. Anda bisa saja turun berat badan, tapi tak lama lagi berat badan Anda akan kembali seperti semula.

Seperti halnya contoh di atas, perubahan dalam karir juga perlu waktu dan perencanaan, karena sasaran Anda kemungkinan besar tak akan bisa tercapai dalam waktu singkat.

Sekarang ini, dunia kita telah bergeser. Kita sekarang sudah bisa menikmati teknologi voice-mail, e-mail, telepon genggam, dan berbagai teknologi lain yang membuat waktu “menunggu” kita menjadi hampir tak ada lagi. Semua berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Dengan kemudahan akses informasi, maka orang juga banyak yang berharap bahwa kemudahan dalam mewujudkan sasaran hidup juga bisa meningkat. Di media elektronik misalnya, kita bisa melihat berbagai acara reality show atau kuis yang bisa mewujudkan “mimpi” seseorang dalam waktu singkat. Di internet juga begitu, ada banyak sekali situs yang menawarkan peluang bisnis cepat kaya.

Padahal, tidak selalu demikian adanya. Berbagai hal di zaman sekarang memang sudah menjadi semakin mudah dan cepat, namun segala usaha tetaplah butuh komitmen dan waktu. Mungkin waktunya tidak selama bertahun-tahun lalu seperti ketika sebelum internet ditemukan, tapi tetap butuh komitmen dan waktu.

Pada awalnya, orang harus memiliki komitmen untuk mencapai sasaran, karena tanpa komitmen sasaran hidup tidak akan berpengaruh pada tindakan (Locke & Latham, 1990)

Misalnya, sasaran Anda saat ini adalah untuk melatih kucing Anda agar menjadi lebih patuh. Dalam proses pelatihan tersebut, tentu Anda tahu bahwa Anda akan membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Dalam kasus ini, Anda sudah siap menerima risiko itu karena Anda ingin agar kucing Anda bisa menurut pada Anda. Jika memang Anda bisa sabar dan berkomitmen terhadap kucing Anda, bisakah Anda juga bersikap sabar terhadap diri sendiri?

Atau kalau Anda tidak punya kucing, ketika Anda menanam pohon, maka Anda tentu akan menyiramnya secara teratur, dan memberikan perawatan-perawatan lain agar pohon tersebut bisa tumbuh besar dan akhirnya menghasilkan buah. Apakah Anda merawat diri Anda sendiri, seperti ketika Anda merawat pohon tersebut?

Usaha yang tepat disertai dengan kesabaran tentu akan berbuah manis.

Nah, selain hal-hal tersebut di atas, hal lain yang bisa Anda lakukan untuk bisa melangkah lebih dekat pada sasaran dalam kehidupan adalah dengan memecah sasaran jangka panjang Anda menjadi suatu sub-sasaran.

Misalnya, Anda ingin mendapatkan penghasilan sebesar Rp 40 juta per bulan. Anda bisa memecah-mecah sasaran Anda tersebut, seperti Rp 10 juta per minggu, lalu 1,5 juta per hari, dan seterusnya. Jadi, untuk bisa mencapai Rp 40 juta per minggu, maka Anda bisa tahu berapa produk yang harus Anda jual tiap harinya, tiap bulannya, dan seterusnya.

Pemecahan sasaran menjadi sub-sasaran yang lebih spesifik seperti ini akan bisa lebih meningkatkan regulasi diri (self-regulation) dan mengaktifkan evaluasi diri (self-evaluation) daripada sasaran yang lebih luas, seperti misalnya “saya akan melakukan yang terbaik" atau "saya akan berusaha keras" (Locke & Latham, 1990)

Jadi, pecah-pecahlah sasaran Anda. Kalau diibaratkan, hari ini Anda menyiapkan tanahnya dahulu, besok baru menanam benih tanaman Anda. 


Untuk lebih jelas, Klik Disini

5 Langkah Efektif untuk Mengalahkan Rasa Takut Anda

PhotobucketPada teorinya, mengalahkan rasa takut nampaknya sederhana dan mudah. Namun, pada penerapannya sebetulnya tidak mudah, terutama bagi orang yang memang benar-benar merasakan ketakutan tersebut.

Jika Anda merasakan rasa takut, Anda bisa saja mengatasinya sendiri atau Anda perlu bantuan orang lain. Semua itu tergantung dari seberapa besar rasa takut Anda. Tapi betapa kecilnya rasa takut Anda, lebih baik Anda melakukan sesuatu.

Ketika Anda berhasil mengatasi rasa takut Anda, maka Anda akan menjumpai lebih banyak peluang baik dalam karir maupun perkembangan diri Anda.

Langkah Pertama:

Mengambil langkah kecil dan pasti

Rasa takut adalah sesuatu yang menghentikan Anda untuk bertindak. Karena itulah, ambil langkah kecil dan perlahan. Dengan begini, Anda akan mendapatkan rasa percaya diri untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya yang lebih besar.

Misalnya saja perbandingan yang mudah dengan angka. Kalau Anda takut untuk berinvestasi sebesar 100 juta rupiah, Anda bisa memulai dengan 5 juta rupiah. Setelah Anda tahu bagaimana rasanya berinvestasi, maka Anda akan mendapatkan rasa percaya diri dan berani untuk menginvestasikan jumlah yang lebih besar.

Agar Anda bisa meningkatkan keberanian untuk mengambil langkah kecil tadi, Anda perlu mengakui bahwa rasa takut itu perlu. Lama kelamaan, rasa percaya diri dan keberanian Anda akan menjadi semakin besar.

Langkah Kedua:

Temukanlah Motivasi Anda

Mengatasi rasa takut sering kali membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Ketika ini terjadi, orang sering kali merasa ingin menyerah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memotivasi diri Anda.

Caranya, Anda bisa menuliskan keuntungan apa saja yang akan Anda dapatkan jika Anda melakukan suatu perubahan yang tadinya Anda takuti. Dengan melihat semua hal-hal yang indah ini dalam kepala Anda, maka Anda akan bisa termotivasi untuk mengalahkan rasa takut.

Langkah Ketiga:

Mengganti Sudut Pandang Anda

Ketika orang mengalami kegagalan atau penolakan, ini sering kali merambat pada pikiran negatif yang bisa menghancurkan diri sendiri. Padahal, semua orang pasti mengalami kegagalan dalam hidupnya.Ini adalah sebuah kenyataan yang harus Anda sadari.

Karena itulah, And perlu mengganti sudut pandang Anda terhadap kegagalan. Jangan biarkan kegagalan menciutkan nyali Anda. Melainkan, buatlah kegagalan tersebut sebagai suatu pelajaran .

Langkah Keempat:

Menghadapi Kenyataan

Rasa takut berhubungan dengan pengalaman buruk di nmasa lalu dan kekhawatiran akan masa depan. Karena itu, cara untuk mengatasi rasa takut Anda adalah dengan fokus pada kenyataan yang terjadi hari ini. Ini juga sudah saya tulis dalam e-book Berpikir Benar, Berpikir Positif.

Langkah Kelima:

Membuat Goal / Tetapkan Tujuan Anda

Dengan menetapkan tujuan dalam hidup Anda, misalnya berapa penghasilan yang ingin Anda dapat, ingin bepergian ke mana saja, dll, akan membuat Anda memiliki fokus yang jelas. Anda akan bisa membuat rencana tentang apa saja yang akan Anda lakukan nantinya, sehingga Anda lebih percaya diri.

Untuk lebih jelas, Klik Disini

Ketekunan adalah Kekuatan Anda

Photobucket
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari hasil usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan suatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda. Pepatah mengatakan bahwa “ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah”. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Source: iphincow.wordpress.com  


Untuk lebih jelas, Klik Disini

Sabtu, 04 Desember 2010

Pribadi To Do, To Have, atau To Be?

Photobucket“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama, fase to do. Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini.

Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.


Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri.

Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua, fase to have. Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga, fase to be. Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup

Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.
Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.

Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Untuk lebih jelas, Klik Disini

TUJUH KIAT SUKSES

Photobucket
Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.


Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:

  1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
  2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
  3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
  4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
  5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
  6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
  7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Untuk lebih jelas, Klik Disini

Membangun Motivasi Dalam Diri

Photobucket
Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.


Caranya? coba simak tips berikut ini:

1. Ciptakan sensasi

Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.


2. Kembangkan terus tujuan anda

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

3. Tetapkan saat kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

4. Tinggalkan teman yang tidak perlu

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

5. Hampiri bayangan ketakutan

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

7. Mulailah dengan rasa senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

8. Berlatih dengan keras

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulan:
Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita.
Salam Sukses !

Untuk lebih jelas, Klik Disini

Jumat, 03 Desember 2010

4 Lilin

Photobucket
Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Kisah Lee Myung Bak

Photobucket
Jika Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni  sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami  presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee  Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa  lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan  perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk  sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju  layaknya Korea Selatan.

Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini.  Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak  punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam,  ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak  membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan  minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.

Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh  tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea.  Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim  untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di  sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No  Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.
Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh  pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa  agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959,  keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih  baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di  jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi  buruh bangunan. “Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai,” kisahnya  dalam otobiografinya.
Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di  perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja  sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai  awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik.  Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi  demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara  percobaan pada 1964.

Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai  Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika  Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar  otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat  bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan  menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris  presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai  pegawai.
Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan  kemudian mendapat julukan “buldozer”, karena dianggap selalu bisa  membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang  fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari  cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil  memproduksi buldozer.

Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat  rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung  bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja  selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi  mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi  sehingga pembangunan fisik sangat marak.

Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan  masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia  terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa  kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea  Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan,  setiap orang memang berhak untuk sukses.

Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga  menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa  tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja  bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan,  perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi  siapapun.

Tips Memilih Bisnis MLM

Dear Pembaca yang saya hormati,
Saat ini,..
Betapa banyak tawaran menarik peluang bisnis MLM secara online/offline yang katanya menjanjikan dengan hasil luar biasa. Tetapi bagaimanakah cara anda bisa mempercayai mereka? Bahwa bisnis yang ditawarkan benar-benar menguntungkan?


Mungkin jawabannya YA, tetapi hanya keuntungan sesaat.. lalu bagaimana dengan Pasive income dan penghasilan jangka panjangnya ?


Berikut ini kami memberikan beberapa tips agar Anda tidak terjebak di tempat yang salah! Jangan Buang waktu dan tenaga anda untuk mengerjakan yang sia sia. Banyak perusahaanMLM yang menawarkan Peluang bisnis menarik dengan iming-iming penghasilan yang sangat menggiurkan, bahkansharing keuntungan internasional, tapi pertanyaannya adalah :

  1. Apakah Modal Awal Rendah? Apabila terjadi kegagalan tidak menimbulkan kerugiaan yang berarti. orangyang sukses bukanlahmereka yang punya modal besar, misalnya harus buka stokis dan stok produk yang gila-gilaan karena mengejar omzet dan peringkat.
  2. Apakah Resikonya Kecil? Tidak ada bisnis yang tidak memiliki resiko, dengan modal awal yang kecil memungkinkan setiap orang berani mengerjakan bisnis ini tanpa rasa takut gagal.
  3. Apakah Memiliki support system yang Jelas, bimbingan dari upline dan perusahaan untuk motivasi dan pengembangan bisnis membernya.
  4. Apakah mudah jika membangun jaringan di banyak wilayah/melakukan perluasan wilayah? Perusahaan menyediakan fasilitas pendukungnya, seperti perwakilan kantor cabang, pelayanan pengantaran order, layanan order online, dll.
  5. Apakah Bisnisnya mudah di duplikasi ? Sistim yang sudah dirancang dan cara kerja yang mudah dikerjakan siapa saja. Terbukti dengan fakta orang-orang yang berhasil datang dari kalangan dan latar belakang yang berbeda.
  6. Apakah PRODUKNYA BAIK: Kualitas, dikenal banyak orang serta harga yang kompetitif dan berkelas dunia? Banyak perusahaan mengaku produk internasional dengan harga setinggi langit, ketika sampai dipasar produk sulit dijual, tidak terkenal dan tidak sehebat pada keterangaanya, hingga sulituntuk pemasaran selanjutnya.
  7. Apakah Perusahaannya baik dan berpengalaman ? Banyak perusahaan yang baru bahkan parahnya yang lama bangrut lalu berganti nama baru, mereka masih mencoba-coba pasar, investasi rendah, tidak punya managemen handal, tidak memilikitehnologi dan pabrik sendiri.
  8. Apakah Bisnisnya JUJUR ?banyak yang berkedok MLM tapi sebenarnya money game, hanya menguntungkan yang bergabung pertama kali. Down line bekerja untuk upline.

SELEKTIF MEMILIH PERUSAHAAN MLM.
TELITI SEBELUM BERGABUNG !!!
Ada beberapa hal PENTING yang harus anda teliti sebelum memutuskan bergabung dalam bisnis MLM :

  1. Bagaimana Perusahaannya.
    Modal, Management, berapa lama menjalankan usaha, seberapa luas
    jangkauan perusahaan bergerak, serta SocialResponsibility.
  2. Apakah produknya memenuhi standar kualitas Internasional
    Merknya Terkenal, Menjamin Kepuasan Pelanggan -Money Back Guaranty.
  3. Apakah produknya NYATA?....
    Banyak sekali perusahaan money game yangberkedok MLM.
  4. Apakah Prospek usahanya baik dan terus berkembang?
    Terbukti dengan Produk yangterkenal /di gemari serta banyak orang Sukses melalui Bisnisini.
  5. Apakah peluang kesuksesan untuk semua orang ?
    Tidak berdasarkan kekuatan Modal-Financial, bergabung di awal atau di belakang,tidak melihat Latar belakang ataupun pengalaman tertentu, semua memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.